Home » Research

Rikie KartadiePENGENALAN SOFTWARE-DEFINED NETWORK

Sat, 03 Oct 2015 by Kartadie

Software-Defined Network Merupakan arsitektur jaringan yang memberikan kemudahan dalam pengelolaan jaringan sehingga lebih fleksibel dalam konfigurasi, pengaturan keamanan, dan optimasi sumberdaya jaringan baik pada servis jaringan data, servis jaringan broadband, servis jaringan video, dan bahkan pada servis jaringan cloud dengan memisahkan control plane dan data plane jaringan.
Perkembangan pesat arsitektur Software-Defined Network telah dirasakan oleh perusahaan-perusahaan besar. Seperti HP, Google dan IBM. Perusahaan-perusahaan ini mulai merubah pola routing-switching pada jaringan mereka dari pola routing-switching tradisional ke pola infrastruktur routing-switching Software-Defined Network. Bentuk Software-Defined Networking (SDN) memungkinkan para peneliti, administrator dan operator untuk mengontrol jaringan mereka dengan perangkat lunak khusus dan menyediakan Application Programming interface (API) terhadap tabel forwarding switch dari vendor yang berbeda. OpenFlow merupakan satu-satunya standar yang tersedia dan diterima secara luas untuk protokol SDN yang digunakan pada komunikasi antara kontroler dengan perangkat (layer infrastruktur).

Apakah Software-Defined Network Itu?

Sebelum kita mengapresiasi dan memahami konsep Software-Defined Network, ada baiknya kita sedikit menyegarkan kembali ingatan kita tentang konsep infrastruktur tradisional. Setiap proses dan kerja router dan switch pada umunya, memiliki 3 bagian utama yang menyatu dalam proses perangkat tersebut, yaitu,

  1. Forwarding Plane / Data Plane, yaitu bagaimana memindahkan paket data masuk atau keluar dari sebuah perangkat,

  2. Control plane, yaitu bagaimana paket data tersebut harus diteruskan.

  3. Management plane, yaitu bagaimana melakukan konfigurasi atas control plane.

Ketiga bagian ini, menyatu dalam perangkat dan sistem pengelolaannya berbeda setiap perusahaan. Untuk merubah konfigurasi sebuah perangkat, maka kita dapat melakukannya melalui beberap cara seperti CLI (Command Line Interface) dengan software, cara dan langkah berbeda setiap jenis/merek-nya.

Tentu saja, bila kita memiliki beberapa perangkat, maka kita harus melakukan konfigurasi ke setiap perangkat yang kita miliki. Paradigma ini berubah dengan adanya SDNkita tidak perlu lagi bersusah payah melakukan konfigurasi pada setiap perangkat, mengatur pola control pada setiap perangkat. Namun cukup melakukan konfigurasi pada kontroler yang mampu melakukan konfigurasi, aturan forwarding data, aturan akses, kesetiap perangkat dengan satu langkah.

Software-Defined Networking (SDN) atau split architecture menurut Shirazipour ,M., (2012) adalah sebuah konsep yang memungkinkan / memperbolehkan operator jaringan untuk mengelola router dan switch secara fleksibel menggunakan software yang berjalan di server eksternal. Sedangkan ONF(2012), mendefinisikan SDN adalah sebuah Sebuah arsitertur network baru dimana kontrol jaringan dipisahkan dari forwarding dan diprogram secara langsung.

Konsep Software-Defined Network (SDN), pertama sekali diperkenalkan oleh Martin Cassado di universitas stanford pada tahun 2007 dengan tulisan pada jurnalnya berjudul "Ethane: Taking Control of the Enterprise". Dikatakan bahwa ethane adalah sebuah arsitektur baru untuk perusahaan, yang mengizinkan manajer mendefinisikan luasan dari sebuah jaringan, kebijakan jaringan dan kemudian menjalankannya secara langsung. Ethane adalah sebuah penyederhanaan yang ekstrim dari ethernet switch dengan sebuah kontroler terpusat yang mengatur hak masuk dan aliran routing. Selain itu ONF menyatakan bahwa dengan SDN tidak lagi membutuhkan protokol standar, tetapi cukup hanya menerima instruksi dari sebuah SDN kontroler.

Research »

Activities »

News »

Headlines »

Job Vacancies »

Quick Links »