Home » Research

Bian Dwi Pamungkas, S.Pd.Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Game Edukasi

Tue, 28 Jul 2015 by Sabian

Belajar merupakan kegiatan yang tidak akan pernah berhenti dari detik demi detik sejak manusia lahir sampai mati. Manusia sejak lahir belajar untuk mengenal dirinya dan juga lingkungannya. Seiring berjalannya waktu, tuntutan manusia akan belajar semakin bertambah karena terus munculnya ilmu pengetahuan-ilmu pengetahuan yang baru. Kemunculan ilmu pengetahuan yang baru tersebut disebabkan akibat berkembangnya teknologi.

Teknologi merupakan sesuatu yang esensial untuk kehidupan manusia saat ini, karena teknologi telah memberikan manusia kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan, dan telah membuatnya bergantung pada kemudahan tersebut. Semakin berkembangnya teknologi maka semakin besar pula tuntutan masyarakat akan kemudahan. Salah satunya adalah tuntutan akan kemudahan dalam belajar agar lebih praktis, nyaman, dan lebih mudah untuk diingat. Untuk mengatasi hal tersebut maka diperlukan suatu media pembelajaran berbasis multimedia yang terkomputerisasi. Salah satu media pembelajaran berbasis multimedia adalah game edukasi.

Games atau permainan merupakan kegiatan terstruktur, biasanya dilakukan untuk kesenangan dan kadang-kadang digunakan sebagai alat pendidikan. Komponen kunci dari game adalah tujuan, aturan, tantangan, dan interaksi. Pada pengembangan ini, peneliti menggunakan game bertipe platformer. Game platform merupakan video game genre yang mempunyai karakteristik melompat ke dan dari platform diam atau rintangan (jumping puzzle), dan memungkinkan untuk mengontrol arah lompatannya agar tidak jatuh ke jurang. Sebagai dasar pengembangan, peneliti menggunakan model pengembangan Borg & Gall.

Pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah cara pengembangan media pembelajaran berbasis game edukasi untuk mata pelajaran TIK semester genap Kelas X SMA berdasarkan model Borg & Gall. Berdasarkan model Borg & Gall, prosedur pengembangannya dibagi dalam 8 tahap utama, yaitu (1) Analisis Kebutuhan, (2) Perencanaan Media, (3) Pengembangan Produk, (4) Uji Coba Perseorangan, (5) Uji Coba Kelompok Kecil, (6) Uji Coba Lapangan, (7) Revisi, dan (8) Penyebaran dan Laporan.

Berdasarkan pada hasil uji coba, diperoleh presentase dari tiap-tiap subyek coba sebagai berikut: (1) Pada ahli media, diperoleh presentase sebesar 93,3%, (2) Pada ahli materi, diperoleh presentase sebesar 71,43%, (3) Pada kelompok kecil, diperoleh presentase sebesar 82,54%, (4) Pada subyek coba lapangan, diperoleh presentase sebesar 91,43%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengembangan media pembelajaran berbasis game edukasi ini layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran.

Research »

Activities »

News »

Headlines »

Job Vacancies »

Quick Links »